Unordered List

Thursday, 8 February 2018

08:25:00

Updater Aplikasi Dapodik versi 2018.b 1.0

Selamat datang,,
Updater Aplikasi Dapodik versi 2018.b 1.0 sudah resmi di rilis, updater ini dapat digunakan jika di laptop atau PC sudah terinstall Aplikasi Dapodik Versi 2018.b
Ada beberapa tambahan pada  Updater Aplikasi Dapodik versi 2018.b 1.0 ini dan menjawab beberapa bug atau masalah yang ada pada Aplikasi Dapodik versi 2018.b
Pembaharuan pada versi 2018.b Patch 1.0 diantaranya
[Pembaruan] Panambahan tampilan info jumlah agregat pada beranda
[Perbaikan] Perbaikan security aplikasi
[Perbaikan] Perbaikan bugs ketika menambah prasarana
[Perbaikan] Perbaikan bugs ketika ubah rombongan belajar
[Perbaikan] Perbaikan pengisian kelompok Mata Pelajaran Wajib (Tambahan)
Untuk mengunduh dan mendapatkan  Updater Aplikasi Dapodik versi 2018.b 1.0 klik tautan di bawah ini :
Jika Anda mengalami kesulitan mengunduh Updater Aplikasi Dapodik versi 2018.b 1.0 melalui link diatas, silahkan gunakan beberapa link alternatif berikut:
Sumber Info :http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/

Wednesday, 7 February 2018

10:15:00

Pedoman Penyusunan Soal Ujian Nasional Berstandar Nasional (USBN) Tahun 2018

Selamat datang,, 
Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) merupakan ujian akhir dari satuan pendidikan yang berstandar nasional. Oleh karena hasil USBN menentukan kelulusan dari satuan pendidikan maka soal USBN diharapkan memenuhi syarat instrumen yang baik sehingga memberikan informasi yang valid dan objektif.  Soal ujian yang kurang baik memberikan informasi yang tidak sesuai dengan capaian siswa sehingga dapat merugikan siswa dan memberikan informasi yang tidak tepat atau menyesatkan untuk pengambil keputusan. Penulisan soal USBN menjadi kritikal karena ditulis oleh guru pada masing-masing satuan pendidikan. Dalam usaha meningkatkan kualitas soal USBN perlu dijelaskan tahapan yang harus dilalui dalam penulisan soal serta kaidah penulisan soal.
Sebagaimana kita ketahui, Untuk USBN pada tahun pelajaran 2017/2018, ujian menggunakan tes tertulis (pilihan ganda dan uraian) dan tes praktik. Oleh karena itu, pembahasan dalam modul ini dibatasi pada tes tertulis bentuk pilihanmganda dan uraian serta tes praktik
Penilaian melalui USBN merupakan penilaian yang terstandar. Untuk penilaian terstandar, harus ada acuan yang sama, baik dalam penyusunan soal maupun dalam pelaksanaan ujian. Dalam pelaksanaan ujian  yang menjadi acuan adalah Prosedur Operasional Standar (POS) USBN. Dalam penyusunan soal, yang menjadi acuan adalah kisi-kisi USBN yang disusun berdasarkan kriteria pencapaian Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, dan kurikulum yang berlaku. Namun kisi-kisi USBN hanya merupakan awal dari pengembangan soal USBN,
Beberapa langkah yang perlu ditempuh untuk memperoleh soal USBN yang berkualitas sebagai berikut.

1. Penyusunan indikator soal
Indikator soal merupakan jabaran lingkup materi dan level kognitif dari kisi-kisi USBN, sebagai pedoman bagi penulisan  atau perakitan soal.

2. Penulisan soal
Soal ditulis oleh guru mata pelajaran pada masing-masing satuan pendidikan berdasarkan indikator soal yang disusun oleh KKG/MGMP. Penulisan soal termasuk pedoman penskoran untuk soal uraian dan tes praktik.

3.  Penelaahan Soal
Penelaahan soal dilakukan secara kualitatif berdasarkan kaidah penulisan soal oleh penelaah soal, dilakukan oleh KKG/MGMP. Hasil telaah soal diklasifikasikan menjadi soal baik, soal kurang baik, dan soal ditolak. Soal baik langsung diterima/dapat digunakan, soal kurang baik perlu diperbaiki, dan soal yang ditolak dikembalikan ke penulis atau tidak digunakan.

4. Perakitan soal
Soal-soal baik selanjutnya dirakit menjadi beberapa paket soal untuk digunakan dalam ujian. Pada perakitan, dilakukan penggabungan antara soal dari Kementrian dan soal yang ditulis oleh pendidik. Perakitan dapat dilakukan di satuan pendidikan atau KKG/MGMP.

Klik Download Pedoman Penyusunan Soal Ujian Nasional Berstandar Nasional (USBN) Tahun 2018 disini

Monday, 5 February 2018

11:09:00

PERMENDIKBUD NOMOR 1 TAHUN 2018 TENTANG JUKNIS BOS 2018

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR  1  TAHUN 2018
TENTANG
PETUNJUK TEKNIS BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang    : 
a. bahwa    untuk    meningkatkan    akses    dan    mutu pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional, perlu mendorong pemerintah daerah dalam menyelenggarakan   pendidikan    bagi    masyarakat melalui               pengalokasian   dana   bantuan   operasional sekolah;
b. bahwa agar pengalokasian dana bantuan operasional sekolah sebagaimana dimaksud dalam huruf a sesuai dengan tujuan dan sasaran perlu petunjuk teknis;
c. bahwa Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8   Tahun   2017   tentang   Petunjuk   Teknis Bantuan Operasional   Sekolah   sebagaimana   telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan   Nomor    26    Tahun    2017    tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah masih terdapat kekurangan       dan   tidak   sesuai   dengan  kebutuhan hukum masyarakat, sehingga perlu diganti;
d. bahwa    berdasarkan    pertimbangan    sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan    Menteri   Pendidikan   dan Kebudayaan      tentang    Petunjuk    Teknis    Bantuan Operasional Sekolah;
Mengingat      : 
1. Undang-Undang   Nomor   20   Tahun   2003   tentang Sistem   Pendidikan    Nasional    (Lembaran    Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2. Undang-Undang   Nomor   23   Tahun   2014   tentang Pemerintahan   Daerah  (Lembaran  Negara  Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana  telah  beberapa  kali  diubah,  terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan  Kedua  atas  Undang-Undang  Nomor  23
Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan   Lembaran   Negara   Republik   Indonesia Nomor 5679);
3. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan   (Lembaran   Negara   Republik   Indonesia Tahun 2017 Nomor 102, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6053);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar  Nasional   Pendidikan   (Lembaran   Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran  Negara  Republik  Indonesia  Tahun  2005
Nomor 4496) sebagaimana telah diubah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670); 
5.    Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia  Tahun  2008  Nomor  91,  Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4864);
6.    Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan     Penyelenggaraan     Pendidikan (Lembaran  Negara  Republik  Indonesia  Tahun  2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik  Indonesia  Tahun  2010  Nomor  112, Tambahan   Lembaran   Negara   Republik   Indonesia Nomor 5157);
7.    Peraturan  Presiden  Nomor  54  Tahun  2010  tentang Pengadaan  Barang/Jasa   Pemerintah   sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015 tentang Perubahan Keempat  atas  Peraturan  Presiden  Nomor  54  Tahun 2010  tentang  Pengadaan  Barang/Jasa  Pemerintah (Lembaran  Negara  Republik  Indonesia  Tahun  2015 Nomor 5);
8.    Peraturan   Menteri   Pendidikan   Nasional   Nomor   2 Tahun 2008 tentang Buku;
9.    Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2016 tentang Buku yang Digunakan oleh Satuan  Pendidikan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 351);
10.  Peraturan Menteri Keuangan Nomor 50/PMK.07/2017 tentang  Pengelolaan  Transfer  ke  daerah  dan  Dana Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor   537)   sebagaimana   telah   diubah   dengan Peraturan   Menteri   Keuangan      Nomor 112/PMK.07/2017 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri  Keuangan  Nomor 50/PMK.07/2017  tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 1081);
11.  Peraturan  Menteri  Dalam  Negeri  Nomor  33  Tahun 2017    tentang    Pedoman    Penyusunan    Anggaran Pendapatan  dan  Belanja  Daerah  Tahun  Anggaran 2018 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 825);

MEMUTUSKAN:
Menetapkan   :  PERATURAN  MENTERI PENDIDIKAN  DAN KEBUDAYAAN TENTANG PETUNJUK TEKNIS BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH.
Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
1.    Tenaga Kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan  diri  dan  diangkat  untuk  menunjang penyelenggaraan pendidikan.
2.    Biaya Pendidikan adalah sumber daya keuangan yang disediakan dan/atau diperlukan untuk biaya satuan pendidikan, biaya penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan, serta biaya pribadi peserta didik sesuai peraturan perundang-undangan.
3.    Bantuan   Operasional   Sekolah   yang   selanjutnya disingkat  BOS  adalah  program Pemerintah  Pusat untuk   penyediaan   pendanaan   biaya   operasi   non personalia         bagi    satuan    pendidikan    dasar    dan menengah.
4.    Sekolah Dasar yang selanjutnya disingkat SD adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum pada jenjang pendidikan dasar.
5.    Sekolah Dasar Luar Biasa yang selanjutnya disingkat SDLB adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal        yang  menyelenggarakan  pendidikan  khusus pada jenjang pendidikan dasar.
6.    Sekolah    Menengah    Pertama    yang    selanjutnya disingkat SMP adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum pada jenjang pendidikan dasar.
7.    Sekolah    Menengah Pertama Luar Biasa yang selanjutnya     disingkat   SMPLB   adalah   salah   satu bentuk  satuan  pendidikan  formal   yang menyelenggarakan pendidikan khusus pada jenjang pendidikan dasar.
8.    Sekolah  Menengah  Atas  yang  selanjutnya  disingkat SMA adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal     yang  menyelenggarakan  pendidikan  umum pada jenjang pendidikan menengah.
9.    Sekolah Menengah Atas Luar Biasa yang selanjutnya disingkat SMALB adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan khusus pada jenjang pendidikan Menengah.
10. Sekolah  Menengah  Kejuruan  yang  selanjutnya disingkat SMK adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja di bidang tertentu.
11.  Sekolah Terintegrasi adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan yang        dilaksanakan  antarjenjang  pendidikan  dalam satu lokasi
12.  Pengadaan   Secara   Elektronik   atau   e-procurement adalah   pengadaan  barang/jasa  yang  dilaksanakan dengan menggunakan    teknologi    informasi    dan transaksi elektronik    sesuai    dengan    ketentuan perundang-undangan.
13.  E-purchasing adalah tata cara pembelian barang/jasa melalui sistem katalog elektronik.
14. Menteri adalah menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang pendidikan dan kebudayaan.
15.  Sistem Data Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah yang selanjutnya disebut Dapodik adalah suatu sistem pendataan yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang    memuat    data    satuan pendidikan,      peserta   didik,   pendidik   dan   tenaga kependidikan, dan substansi pendidikan yang datanya bersumber          dari    satuan    pendidikan    dasar   dan menengah yang terus menerus diperbaharui secara online.
16.  Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disingkat SPM adalah Kriteria minimal berupa nilai kumulatif pemenuhan Standar Nasional Pendidikan yang harus dipenuhi oleh setiap satuan pendidikan.
17. Standar  Nasional  Pendidikan  yang  selanjutnya disingkat SNP adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan     di   seluruh   wilayah   hukum   Negara Kesatuan Republik Indonesia.
18. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat SKPD adalah Perangkat Daerah pada pemerintah        daerah   selaku   Pengguna   Anggaran/ Pengguna Barang.
19.  Rekening   Kas   Umum   Negara   yang   selanjutnya disingkat RKUN adalah rekening tempat penyimpanan uang negara yang ditentukan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara untuk menampung seluruh penerimaan negara dan membayar seluruh pengeluaran negara pada bank sentral.
20.  Rekening   Kas   Umum   Daerah   yang   selanjutnya disingkat RKUD adalah Rekening tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh gubernur untuk menampung  seluruh    penerimaan    daerah    dan membayar  seluruh  pengeluaran  daerah  pada  bank yang ditetapkan
21. Rencana  Kegiatan  dan  Anggaran  Sekolah  yang selanjutnya disingkat RKAS adalah rencana biaya dan pendanaan  program/kegiatan  untuk  1  (satu)  tahun anggaran baik yang bersifat strategis  ataupun rutin yang diterima dan dikelola langsung oleh sekolah.
22. Musyawarah Guru Mata Pelajaran yang selanjutnya disingkat MGMP.
23.  Musyawarah Kerja Kepala Sekolah yang selanjutnya disingkat MKKS.
24.  Evaluasi adalah rangkaian kegiatan membandingkan realisasi masukan (input), keluaran (output) dan hasil (outcome)  terhadap  rencana  dan  standar yang telah ditetapkan.
25.  Laporan adalah penyajian data dan informasi suatu kegiatan yang telah, sedang atau akan dilaksanakan sebagai indikator pelaksanaan kegiatan sesuai dengan yang direncanakan.
26. Komite  Sekolah  adalah  lembaga  mandiri  yang beranggotakan  orang     tua/wali     peserta     didik, komunitas  sekolah,  serta  tokoh  masyarakat  yang peduli pendidikan.
Pasal 2
(1)   Dana   BOS   dialokasikan   untuk   penyelenggaraan pendidikan pada:
a.    SD;
b.    SMP;
c.    SMA d.   SMK; dan
e.   SDLB/SMPLB/SMALB/SLB.
(2)   Dana  BOS  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1) dialokasikan   dan    dilaksanakan    sesuai    dengan petunjuk teknis BOS.
(3)   Petunjuk  teknis  BOS  sebagaimana  dimaksud  pada ayat (2) merupakan pedoman bagi pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota  dan  satuan  pendidikan dalam   penggunaan      dan      pertanggungjawaban keuangan BOS.
Pasal 3
Petunjuk teknis BOS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) dan Ayat (3) tercantum dalam Lampiran yang merupakan   bagian   tidak   terpisahkan   dari   Peraturan Menteri ini.
Pasal 4
Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 335), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan   dan   Kebudayaan   Nomor   26   Tahun   2017 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 1068), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Pasal 5
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 18 Januari 2018

Download Juknis Bos 2018  ( UNDUH DISINI )

Friday, 2 February 2018

22:11:00

Download Edaran Ditjen GTK tentang Informasi Pengecekan dan Pembaharuan Data Dapodik Semester Genap Tahun 2017/2018

Selamat datang,,
Surat Edaran Terbaru dari Ditjen GTK Tentang Informasi Pengecekan dan Pembaharuan Data Dapodik, terlampir sebagai berikut :
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dalam rangka persiapan penerbitan Surat Keputusan (SK) Penerima Tunjangan Profesi Guru dan Tunjangan Khusus bagi guru di daerah khusus semester 1 Tahun 2018, Direktorat Guru Pendidikan Dasar, Ditjen GTK Kemendikbud telah mengeluarkan surat edaran nomor 0857/B3.4/GT/2018 tanggal 31 Januari 2018, hal Informasi Pengecekan dan Pembaharuan Data Dapodik.
Pada surat yang ditujukan kepada seluruh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Indonesia ini disampaikan hal sebagai berikut:
"Sehubungan dengan persiapan penerbitan Surat Keputusan (SK) Penerima Tunjangan Profesi Guru dan Tunjangan Khusus bagi guru di daerah khusus, khususnya bagi guru bukan Pegawai Negeri Sipil (TPG dan TKG bukan PNS) Semester 1 tahun 2018, dengan ini kami menghimbau kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk menginfomasikan kepada guru-guru di bawah binaannya untuk mengecek dan memperbaharui (update) data dapodiknya sebelum 28 Februari 2018 agar tidak ada kesalahan saat verifikasi data."
Demikian informasi yang kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu kami ucapkan terima kasih. 
Surat edaran dapat diunduh pada lampiran berita ini di bawah ini :

Thursday, 1 February 2018

17:12:00

Alamat Link Akses Baru SIM Kehadiran Guru Secara Online

Selamat datang,,
Absen kehadiran Daftar Hadir Guru dan Tenaga Kependidikan (DHGTK) sudah resmi digunakan untuk menghitung kehadiran guru dan akan di tuangkan dalam juknis tunjangan profesi, jadi mohon memastikan DHGTK sudah terisi dengan benar.
DHGTK ini dirancang untuk mempercepat proses pembayaran tunjangan profesi guru, dasar atau persyaratan untuk dapat menerima tunjangan profesi sesuai pasal 15 pp 19 tahun 2017. Semua persyaratan pada pasal tersebut dapat dipenuhi dari dapodik, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK ) No 50 tahun 2017 sebagai mana diubah dengan PMK 112/PMK.07/2017 tentang pengelolaan transfer ke daerah dan dana desa yang menyatakan bahwa penyaluran tunjangan profesi paling lambat 7 hari setelah uang masuk kekasda dan SKTP terbit harus dibayarkan kepada guru, sehingga tidak ada alasan memperlambat penyaluran dengan meminta dokumen/berkas dalam bentuk apapun yang terkait dengan penyaluran tunjangan kepada guru-guru lagi.
Terlambat atau tidaknya penyaluran tunjangan profesi dapat dipantau melalui aplikasi SIMBAR berbasis android (akan di lounching dalam waktu dekat) yang dapat diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
Akhir-akhir ini Absen kehadiran Daftar Hadir Guru tidak bisa di akses dengan alamat link http://223.27.144.195:2017/ dengan pemberitahuan Server Eror.
Setelah di telusuri bahwa Akhir-akhir ini Absen kehadiran Daftar Hadir Guru tidak bisa di akses ini telah berpindah ke alamat link baru.
untuk Alamat Link baru Absen kehadiran Daftar Hadir Guru klik tautan di bawah ini